GERBANG TATA BANGUN JAYA

Wednesday, 28 August 2013

Bahan dasar pembuatan cat



A.    Bahan Dasar Pembuatan Cat

Cat pada umumnya terbuat dari: pigment, binder dan solvent. Cat dibuat dari pigment yang didispersikan ke dalam binder, yang selanjutnya dilarutkan dalam solvent atau diemulsikan dalam air, agar dapat diaplikasikan melalui alat cat yang ada (busa roll, semprotan, dll).

Ada beberapa jenis pigment yang masing-masing mempunyai fungsi yang spesifik:
o       Pigment opaque: yang berguna untuk membuat lapisan yang tidak tembus pandang dengan menampilkan bermacam-macam warna sesuai kebutuhan.
o       Pigment metallic: ditambahkan untuk menampilkan kesan metalik pada cat finish.
o       Pigment anti-corrosive: ditambahkan khusus untuk mencegah timbulnya karat pada permukaan baja.
o       Pigment extender: biasanya ditambahkan untuk mengurangi efek gloss (kilau), atau mambantu ikatan antar lapisan cat, atau meningkatkan kekentalan dan menekan biaya produksi.

Istilah tingkat kekilauan hasil lapisan cat dari yang tidak kilau sampai yang paling mengkilau: flat, eggshell, semi-gloss, gloss dan high-gloss.

Setiap binder mempunyai metoda perawatan (curing) dan pengeringan (drying) yang berbeda. Ada beberapa jenis curing dan drying sbb.:
o       Oksidasi: adalah curing dengan menyerap oksigen dari udara terbuka dan diikuti dengan polimerisasi, yang disebut juga dengan pengeringan udara (air drying). Binder yang menggunakan curing dan drying jenis ini: alkyd.
o       Penguapan solvent (pelarut): binder dilarutkan dalam campuran pelarut (solvent). Ketika diaplikasi, pelarut menguap, meninggalkan lapisan tipis yang stabil dan permanen. Jenis cat yang mempunyai binder seperti ini dinamakan Lacquer (pernis).  Binder yang menggunakan curing dan drying jenis ini: Vinyl dan Chlorinated-rubber. Karena prosesnya hanya bergantung dari penguapan pelarut, maka cat jenis ini dapat diaplikasikan pada suhu yang relatif rendah.
o       Reaksi kimia: cat umumnya di bagi dalam dua kemasan terpisah: base dan hardener. Bila dicampur akan membentuk campuran cat akhir. Proses curing tetap berlanjut walaupun cat tidak diaplikasikan, sehingga cat jenis ini mempunyai umur pakai yang terbatas. Selain itu karena proses curing tidak memerlukan proses oksidasi, maka sering diaplikasikan untuk mendapatkan lapisan yang relatif tebal.  Binder yang menggunakan curing dan drying jenis ini: Epoxy.
o       Perpaduan (coalescene): bahan binder diemulsikan ke dalam air dalam bentuk koloid. Pada saat diaplikasikan, air akan menguap dan binder akan menyatu membentuk lapisan tipis di permukaan yang dicat. Binder yang menggunakan curing ini: latex. Curing ini tidak dapat digunakan pada kondisi suhu rendah atau kelembaban tinggi.

Fungsi binder dapat digambarkan sebagai pengikat sesama pigment dan pigment terhadap permukaan baja. Jenis-jenis binder:
1.     Alkyd
2.     Epoxy ester
3.     Epoxy lacquer
4.     Two Pack Epoxy
5.     Epoxy coal tar
6.     Inorganic
7.     Latex
8.     Minyak (Oil)
9.     Phenolic
10. Rubber Base
11. Chlorinated rubber
12. Silicone
13. Oil-Modified Urathane
14. Moisture-Cured Urethane
15. Two Component Urethane
16. Aromatic Urethane
17. Aliphatic Urethane
18. Polyvinyl Butyral (Vinyl)
19. Polyvinyl Chloride dan Polyvinyl Acetate
20. Vinyl-Alkyd

Bahan baku cat berikutnya adalah solvent Fungsi utama solvent adalah melarutkan pigment dan binder agar dapat di aplikasi sesuai alat cat yang akan dipakai. Setiap jenis solvent mempunyai kecepatan penguapan yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu pemakaian alat cat harus memperhatikan jenis solvent yang digunakan.

2 comments:

Floor Hardener said...

Terima kasih infonya gan.
Lumayan buat nambah elmu.

Finishing Floor
Jenis dan fungsi epoxy.

----------

Siska Noviyanti said...

thanks gan, informasinya sangat bermanfaat !! silahkan kunjungi juga http://www.ahlibeton.co.id/2015/09/floor-hardener.html untuk pembuatan floor hardener