GERBANG TATA BANGUN JAYA

Sunday, 26 October 2014

PENGELASAN

PROSES DASAR

Menurud Welding Handbook, proses pengelasan adalah “proses penyambungan bahan yang mengsilkan peleburan bahan dengan memanasinya higga suhu yang tepat dengan atau tampa pemberian tekanan dan dengan atau tanpa pemakaian bahan pengisi”. Energi pembangkit panas dapat dibedakan menurud sumbernya : listrik, kimiawi, optis, mekanis dan bahan semi konduktor.
Panas digunakan untuk mencairkan logam dasar dan bahan pengisi agar terjadi aliran bahan (atau terjadi peleburan). Selain itu panas dipakai untuk menaikkan daktalitas sehingga aliran plastis dapat terjadi walaupun bahan tidak mencair, lebih jauh lagi, pemanasan membantu penghilangan kotoran pada bahan.
           
Proses pengelasan yang paling umum, terutama untuk mengelas baja structural, memakai energi listrik sebagai sumber panas; yang paling banyak digunakan adalah busur listrik (nyala). Busur nyala adalah pencairan arus listrik yang relative besar antara elektroda dan bahan dasar yang dialirkan melalui kolom gas ion hasil pemanasan. Kolom gas ini disebut plasma. Pada pengelasan busur nyala, peleburan terjadi akibat aliran bahan yang melintasi busur dengan tanpa diberi tekanan. Proses lain (jarang dipakai untuk struktur baja) menggunakan sumber energi yang lain, dan beberapa proses ini menggunakan tekanan tanpa memandang ada atau tidak adanya pencairan bahan. Pelekatan (bonding) dapat juga terjadi akibat difusi. Dalam proses difusi, partikel seperti atom disekitar pertemuan saling bercampur dan bahan dasar tidak mencair.

Sumber : catatan kuliah “teknologi baja”

JENIS-JENIS PENGELASAN.

Pengelasan dilakukan untuk menyatukan dua media plate atau profile baja atau lebih menjadi satu componen.
Jenis-jenis las sebagai berikut :
  1. Fillet Weld
Las yang paling sederhana tampa melakukan bevel pada benda yang akan dilas. Pertemuan material yang akan dilas membentuk sudut 90 derajat. Lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini.
  








  1. BUTT Weld
Pengelasan dua buah benda yang bertemu ujung nya yang memiliki dimensi yang sama. Lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini.












  1. GROVE Weld.
Hampir sama dengan Butt Weld hanya bedanya pada pengelasan ini media pasti dilakukan bevel. Bevel dilakukan agar cairan las dapat masuk sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga umumnya Grove Weld dilakukan pada media plate yang tebal. Lebih jelasnya dapat dilihat gambar dibawah ini.

















Demikianlah jenis-jenis umum pengelasan untuk konstruksi baja bangunan.
Semoga ulasan singkat ini dapat bermanfaat.

Baca juga alat-alat pengelasan



No comments: